Kunci Demokrasi Dalam Pusaran Politik Kontemporer

 Kunci Demokrasi Dalam Pusaran Politik Kontemporer

Kepentingan Politik

Oleh : Bhirawa J. Arifi

Mahasiswa Fakultas Hukum UGM

Departemen Advokasi DEMA Justicia FH UGM

Koordinator Umum Forum Advokasi UGM

To limit the press is to insult a nation; to prohibit reading of certain books is to declare the inhabitants to be either fools or slaves.”

Claude Adrien Helvétius

            Media massa di Indonesia selalu berkembang mencapai titik yang tak akan kenal ujung. Sejak tahun 1937 ketika lembaga pers Indonesia pertama kali didirikan, persoalan bangsa selalu menjadi santapan bagi seluruh lapisan masyarakat yang haus akan informasi. Media massa telah menjadi saksi atas pertumbuhan dan perkembangan Indonesia, hingga sampai saat ini. Ketika istilah “pers” telah merajalela di Tanah Air, tak ada satupun peristiwa yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan rakyat Indonesia yang terlewatkan. Segala isu dari setiap unsur pokok kehidupan masyarakat akan selalu terjerat jaring media massa, menjadikannya berita nasional maupun lokal.

            Dalam menyikapi isu besar, peran media massa khususnya pers tentu sangat strategis. Salah satu kekuatan besar pers adalah membentuk opini publik terkait pembahasan suatu isu tertentu. Efeknya, pers mampu membuat masyarakat berpihak sesuai dengan apa yang diterbitkannya. Jika dilihat secara lebih dalam, hal tersebut mempunyai dampak yang sangat besar. Dengan kemampuan yang dimiliki pers secara keseluruhan, masyarakat secara tidak langsung dapat diatur dan dikendalikan sesuai dengan berita yang disebarluaskan. Jika media massa dan pers tidak diatur dengan baik, maka kekuatan tersebut bisa lepas kendali, dan bahkan dipersalahgunakan bila jatuh pada tangan yang salah.

Penyalahgunaan media massa, khususnya di tingkat pers sangat membahayakan. Kepentingan pribadi dapat diuntungkan, penyebarluasan informasi palsu dapat membutakan masyarakat dari kenyataan, dan kemungkinan timbulnya totaliterialisme kebebasan berpendapat sangat mungkin untuk terjadi. Namun yang paling krusial dari seluruh bahaya yang diakibatkan oleh penyalahgunaan media massa adalah dampaknya yang dapat mempengaruhi demokrasi di Indonesia.

Atas Nama Kepentingan

            Setelah reformasi, di era dimana politik modern menjamur dan memasuki tren, media massa di Indonesia menjadi sebuah ajang perlombaan untuk dikuasai sejumlah elit politik. Hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa media massa nasional terkemuka yang dimiliki dan dibeli oleh berbagai pihak yang bertujuan untuk menyempurnakan kekuasaanya. Karena uang dan pengikut banyak tidak cukup, maka mereka membutuhkan sesuatu yang dapat menjamin dengan pasti kekuasaan yang dipegang.

            Menjelang pemilihan umum, fenomena persaingan tersebut terlihat lebih jelas dan sangat kental pelaksanaanya. Dengan banyaknya pihak yang ingin menguasai media massa, independensi dan netralitas pers Indonesia semakin dipertanyakan. Kepercayaan masyarakat terhadap media massa mulai pudar. Berita yang disampaikan media massa yang telah dikuasai hanya bertujuan untuk meningkatkan citra pemilik atau lingkungannya dan menjatuhkan lawan politik. Dengan tahun pemilu yang semakin mendekat, keliaran pers Indonesia juga sebanding dengan panasnya persaingan perebutan kekuasaan. Media massa dan pers yang pada hakikatnya mempunyai tujuan untuk menyebarluaskan informasi kini menjadi political weapon atau senjata politik yang dipergunakan untuk melindungi kepentingan mereka yang menguasainya.

            Abbott Joseph Liebling, seorang jurnalis asal amerika pernah mengatakan bahwa kebebasan pers sangat dibatasi oleh pihak yang memilikinya. Kutipan tersebut merupakan deskripsi akurat terkait kondisi pers dan demokrasi di Indonesia. Tidak akan mungkin pemilik media massa akan menerbitkan berita yang akan merugikanya, walaupun berita tersebut sangat relevan dengan persoalan yang sedang dialami negara. Kini mayoritas media massa besar di Indonesia dimiliki oleh petinggi politik, yang membuat keberpihakannya tidak dapat dijamin akan memberikan informasi sesuai dengan yang dubutuhkan masyarakat.

Democracy

Harapan Demokrasi

            Walaupun kondisi persi di Indonesia saat ini tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan pecinta dialektika, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada lembaga pers yang tetap melaksanakan ikhtiar jurnalisme dengan benar. Bila kita melihat sejarah Indonesia, ketika aparatur negara dan birokrat pemerintah sudah tidak dapat dipercayai pada saat orde baru, maka satu-satunya harapan yang dapat diperjuangkan adalah pergerakan mahasiswa. Sama halnya dengan reformasi, pers mahasiswa merupakan harapan yang dapat memulihkan kembali independensi dan netralitas kebebasan pers disaat badai politik menjelang 2014. Dengan idealisme hangat yang panas akan melakukan kebenaran, kemungkinan pers mahasiswa untuk di politisasi sangat kecil.

            Peran pers mahasiswa sebagai penyeimbang media massa di saat kondisi negara sedang sensitif sangat penting. Memulihkan demokrasi yang telah ternodai untuk mencapai suatu kepentingan tertentu merupakan salah satu tujuan utama dibentuknya pers mahasiswa. Tulisan mahasiswa seputar isu yang diangkatnya menjadi berita memastikan bahwa berita tersebut tidak lepas dari fakta dan kebenaran dibalik peristiwanya. Banyak bukti yang mendukung bahwa pers mahasiswa merupakan esensi penting dalam pemulihan media massa dan pers Indonesia. Dari opini mahasiswa yang mendobrak realita disaat pers Indnesia sedang kelam, hingga reportase pers mahasiswa yang membuka kembali mata masyarakat atas peristiwa yang terjadi di Indonesia. Hal-hal kecil namun berarti tersebut adalah percikan yang merupakan kunci untuk meluruskan kembali media massa dan pers Indonesia ke jalan yang benar.

             Karena sesungguhnya, keberpihakan seseorang dapat dilihat dari tulisannya yang telah diabadikan dalam risalah peradaban. Oleh karena itu, seberat apapun tantangan yang sedang dihadapi media massa dan pers di Indonesia, pers mahasiswa akan selalu menjadi bagian yang dapat memberikan harapan baru terhadap pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

Bhirawa J. Arifi

http://www.burgerawa.wordpress.com | @bhirawarifi

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s